SURABAYA- Kasus dugaan pembunuhan tragis menimpa seorang lansia bernama Wasijati (69), warga Jalan Candi Lontar 3, Sambikerep, Surabaya. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di dalam rumahnya pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
Pihak kepolisian bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir di balik kematian korban.
Temuan Kejanggalan dan Kondisi Fisik Korban
Berdasarkan keterangan dari Ketua RT 03 RW 07 Sambikerep, Khoirul Anam (45), proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas BPBD mengungkap sejumlah tanda kekerasan yang cukup signifikan pada tubuh korban:
Posisi Jasad: Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan posisi tertelungkup. Kedua tangannya berada di dekat telinga, sementara kedua kakinya dalam posisi menyilang.
Luka Misterius: Terdapat bekas luka melingkar di kedua pergelangan tangan korban, yang mengindikasikan adanya kemungkinan korban sempat diikat.
Bukti Lakban: Di sekitar lokasi penemuan jasad, polisi menemukan potongan lakban bekas pakai yang ditempeli helaian rambut. Kuat dugaan, lakban tersebut digunakan pelaku untuk membekap mulut korban agar tidak berteriak.
Kehilangan Barang Berharga: Selain tanda-tanda kekerasan fisik, sejumlah barang pribadi milik korban berupa ponsel (HP) dan dompet dilaporkan hilang, memperkuat indikasi adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pembunuhan.
Kondisi TKP: Rapi Tanpa Ada Bekas Perkelahian
Satu hal yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah kondisi rumah korban yang sama sekali tidak berantakan. Saat pertama kali masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), Ketua RT menyebutkan bahwa tidak ada barang yang pecah, rusak, atau bergeser dari tempatnya.
Di dekat jasad korban, hanya ditemukan semangkuk sisa kuah lontong mie yang tampaknya baru saja dikonsumsi oleh korban. Secara kasat mata, situasi rumah terlihat sangat normal, yang memunculkan spekulasi bahwa pelaku kemungkinan adalah orang yang dikenal atau berhasil masuk tanpa menciptakan keributan.
Minim Petunjuk dan Kendala Penyelidikan
Polisi dihadapkan pada tantangan yang cukup berat dalam mengungkap pelakunya, mengingat:
Ketiadaan CCTV: Di sekitar area rumah korban tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) yang bisa merekam pergerakan orang asing.
Aktivitas Terakhir: Korban diketahui masih beraktivitas normal pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 atau 08.00 WIB saat membeli telur ditemani cucunya. Setelah momen itu, warga tidak tahu pasti apakah ada tamu yang berkunjung.
Sosok Korban di Mata Warga
Semasa hidupnya, Wasijati dikenal sebagai sosok yang grapyak (ramah, supel, dan mudah bergaul). Ia aktif dalam kegiatan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan tidak pernah diketahui memiliki konflik atau masalah, baik dengan keluarga maupun tetangga sekitar. Tetangga terdekat juga menegaskan tidak mendengar adanya suara percekcokan atau keributan sebelum korban ditemukan tewas.
Penanganan Hukum Terkini
Karena adanya kejanggalan yang mencolok, pihak puskesmas setempat tidak berani melakukan pemeriksaan awal secara mandiri. Jasad korban akhirnya langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani proses visum et repertum dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kapolsek Lakarsantri, Kompol Imam Solikin, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga korban telah resmi membuat laporan kepolisian. Untuk mempercepat proses pengungkapan, penanganan kasus ini kini telah resmi dilimpahkan dan di-backup penuh oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pihak warga dan keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik aksi keji ini.(red/lis)
Posting Komentar